Friday, 13 September 2013

Nasi - Ayam (mirip) Hainan

**satu lagi resep memasak darurat yang berhasil dibongkar dari selempitan folder di laptop butut saya. resep ini sebenarnya pernah saya coba berdasar resep Nasi - Ayam Hainan, itulah mengapa judulnya pun (hampir) begitu juga. Tapi ya karena memasak itu kreatifitas, jadi sebagian besar bumbu dan cara juga melibatkan kreatifitas saya di balik meja dapur. Semoga berguna!

DISCLAIMER: Takaran bahan baku tidak ditentukan karena pada dasarnya memasak itu adalah seni, bukan matematika! So use your insting, Good People of Earth!

Okay, let’s start our cooking session for dummies!
Bahan baku nya adalah:
·         Ayam potong tentu saja. Bisa ayam utuh atau bagian tertentu yang situ suka.
·         Air segar 
·         Bawang putih-putih-melati-ali-baba
·         Jahe. Kalo resep asalnya sih (katanya) pake Ginseng. Tur yo prei kenceng, bukibuk..Wis, jahe wae cukup.
·         Lada putih [jangan pake lada putih halus yg beli jadi di pasar! Mending numbuk sendiri deh]
·         Kecap ikan [saya suka pake yang Tjap Ikan Tjoa, yg gambarnya ikan merah]
·         Garam
·         Gula pasir
·         Kaldu ayam bubuk
·         Minyak [saya sih lebih suka minyak kelapa]

Cooking step for dummies:
Ayam (menyerupai) Hainan
1.     Rebus Ayam+bawang putih+jahe+daun salam. Pokoknya kalo air mulai menipis tambahken lagi, biar pas ayam empuk air nya masih sisa à ini kepake buat masak nasi nanti!!
2.     Tumis bawang putih geprek halus+jahe sampai harum mewangi sepanjang hari
3.     Masukkan ayam rebusan+air rebusan dalam tumisan [ampas rebusan ngga usah disertakan]
4.     Pas air udah mau abis tambahkan kucai, kalo ga ada ya daun bawang merah atau daun prei a.k.a daun loncang. Lalu tutup rapet.

Nasi (mirip) Hainan
Bahan bakunya berupa:
·         Beras putih (Kalo bisa dapet beras Jepang bagus, atau kalo enggak ya beras lokal aja lah!)
·         Air kaldu rebusan [sisa dari rebus ayam tadi] secukupnya sesuai beras yang mau dimasak seberapa.
·         Kecap Ikan
·         Garam + Minyak Wijen

Jika semua matang maka sudah selayaknya sepasang lauk & nasi bisa disantap. Akan tetati...

Sebagai pelengkap perlu sambal karena eh karena memang saya penggemar sambel. Ada 2 pilihan sambel yang menurut saya masyuuuk untuk menjadi kawan menyantap panganan ini
Sambal Jahe
·         Cabe merah+rawit
·         Bawang putih
·         Jahe
·         Daun Jeruk purut
·         Garam+cuka
Steps for dummies
1.     Cabe+bawang putih dirajang lalu tumis
2.     Tambahin jahe sama daun jeruk
3.     Kasih garem biar berasa asin dikit enggak pedes spicy doang. Lalu  tambahken cuka secukupnya. Buat yang punya asam lambung atau engga demen rasa cuka ya nggak usah ditambahin yes?! Yess..

Atau sambel yang ini juga boleh disandingken dengan nasi-ayam

Sambel Sereh (katanya sih mirip sama sambel matah khas bali)
·         Cabe rawit rajang agak halus
·         Daun sereh ambli bagian putih,ijonya dikit aja and then di rajang juga yang halus.
·         Daun jeruk purut iris tipis, bukan halus!
·         Perasan air jeruk purut atau jeruk nipis. Kepepetnya jeruk lemon boleh deh
·         Terasi segar+tumis pake minyak kelapa.
Steps for dummies
1.     Campur rawit,daun jeruk,sereh (+bawang merah rajang halus kalo suka, kalo enggak suka yaudah cuekin ajah) lalu tambah garam sesuai selera
2.     Dibejek-bejek sampai nyampur semua
3.     Siram dengan terasi+minyak panas
4.     Terakhir kasi peresan air jeruk


Nah, selamat makan semua! Semoga perut kenyang, hatipun senang!!

Thursday, 12 September 2013

Black Pepper Tempe Steak

**sebagai salah satu penggemar serial kartun "Born To Cook" akhirnya menginspirasi saya membuat rangkuman resep masakan. Dengan bahan baku apapun, dengan takaran yang sesuai perasaan (memasak itu seni, jadi jangan terlalu pikirkan berapa takaran, ukuran, jumlah dll. Lalu kok katering bisa dihitung? Sudahlah, itu bisnis!) maka diluncurkanlah resep pertama ini. Sudah dicoba, dibagikan pada beberapa orang dan....hasilnya lumayan. Setidaknya tidak membuatmu keracunan! Selamat mencoba!


Ingredients:
Steak
·         Tempe putih segar, belilah yang masih hangat ketika dipegang. Ini menandakan tempenya masih segar. Ingat, TEMPE!
·         Daging cincang, bisa daging sapi cincang, ayam, udang atau daging apapun.
Usahakan jangan sampai ada lemak yang terlibat dalam urusan daging cincang ini, karena akan mempengaruhi proses penggorengan. Jika tidak menemukan dana untuk membeli daging cincang cukup pake kornet saja. Kalo masih belum ada dana yasudah ngga usah pake daging juga engga papa. Namanya juga prihatin kan ya, yang penting masak kreatip!
·         Daun bawang.
·         Garam, gula, kaldu bubuk kalo mau…tapi kalo engga mau ya jangan dipaksain.
·         Telur ayam
·         Tepung roti. Ini kalo susah nemunya diganti pake tepung panir juga bisa kok..atau kalo mau kaya Steak yg dijual di Waroeng Steak bisa dibalur pake tepung KOBE Kentucky.

Saus Lada Hitam
·         Bawang Bombay
·         Margarin
·         Tepung Terigu
·         Lada hitam
·         Pala bubuk
·         Saus tomat
·         Saus tiram
·         Kecap manis kental
·         Air kaldu/air putih
·         Gula, garam, penyedap rasa




Steps for dummies
Steak
1.     Kukus tempe kira2 15 menit. Lalu hancurkan, pake ulekan tuh bisa.
2.     Campur adonan tempe dengan daging cincang. Tambahkan rajangan daun bawang dan putih telur.
3.     Gula, garam, penyedap rasa secukupnya.
4.     Bentuk sesuai selera
5.     Celupkan pada kuning telur kocok, lalu baluri dengan tepung roti sampai rata.
6.     Diamkan biar dingin. Kalo punya kulkas dimasukin kulkas boleh juga, tapi jangan dalam friser.

Saus Lada Hitam
1.     Tumis bawang Bombay cincang menggunakan margarine.
2.     Taburi dengan tepung terigus edikit demi sedikit.
3.     Tuangkan air kaldu/air matang.
4.     Tambahkan saus tomat, kecap manis, saus tiram, pala bubuk.
5.     Tambahkan garam, gula, penyedap rasa sampai menemukan rasa yang diinginkan.
6.     Sisihkan.
_________________________________________________________________
Cara memasak:

A.    Goreng adonan steak tempe di dalam minyak panas, gunakan api kecil biar mateng rata sampe dalam.
B.     Angkat dan tiriskan
C.     Setelah semua minyak tiris tempatkan dalam piring saji, siram dengan saus lada hitam.
D.    Sajikan dengan dressing daun salad, kol ungu, tomat.

E.     Kalo masih kurang kenyang bisa disajikan bareng mashed potato. Gimana bikinnya? Sabar…di resep selanjutnya ya…woke dadababay…

Tatik Mau Beli Mimpi

"Dulu seorang kawan baik pernah menempuh perjalanan dan tinggal selama beberapa minggu di sebuah desa di lereng gunung. Suatu kali ia bercerita tentang "kebiasaan yang terlanjur turun & menurun" di desa tersebut yang kerap kali mengorbankan masa depan wanita untu memperoleh pendidikan dan masa depan yang lebih bersaing, dibanding sekedar menjadi petani, istri dan mesin beranak (begitu katanya pada saya) saja. Lalu demikianlah saya coba merangkum cerita perjalanannya, analisis sosial -antropologisnya dipadu-padan-kan dengan imajinasi saya. Sebuah pembuka dari rangkaian cerita yang berkelana. Semoga berkenan."

Tekadnya sudah bulat. Ia tak ingin hanya berakhir menjadi maestro di dapur pengap penuh asap menghadapi segala panci dan wajan berpantat hitam dijilat lidah api kekayu. Tak ingin hanya menjadi pewaris sawah ladang milik bapaknya yang dengan sebuah ikatan perkawinan akan dibagi dengan sang suami kelak. Baginya kodrat wanita bukan sekedar perantara warisan atau maestro dapur pengap dengan onderdil tradisional. Apalagi dibilang wanita itu tugasnya cuma masak dan beranak. Enak saja! Memangnya sebegitu rupa enaknya mengandung dan beranak.
Hartatibegitu namanya. Gadis muda hampir jelang 20 tahun. Rambutnya hitam kelam seperti malam saat bulan mati lebih sering dibiarkannya tergerai. Kulitnya coklat terbakar matahari lereng gunung yang rajin sekali bersinar di dusunnya.
Biar saja! Aku tak mau seperti si Denok atau Watik yang selalu menggelung rambutnya demi kepatutan. Opo yen rambutku tak gerai ki ora patut to, mbokItu kan cuma aturan yang nggak jelas dari siapa dan buat apa kan, mbok? ” Sanggah si gadis muda setiap simbok berusaha mengingatkan lagi-lagi tentang bagaimana seharusnya seorang anak gadis berelok rupa.
Sejak kecil selalu ia bayangkan tentang tokoh tentang Srikandi. Tak pernah dihiraukannya apakah itu hanya sosok rekaan atau bukan, yang jelas sosok wanita pemanah dalam dunia paralel pewayangan itu benar-benar menjadi idolanya.Yang jelas suatu malam ketika bapak mengajaknya ke hajatan Pakdhe Srihadi yang nanggap wayang dalam rangka sunatan anak bungsunya, Tatik langsung kepincut dengan sosok Srikandi dalam lakon yang dibawakan seorang dalang dari Purwokerto itu. Srikandi yang gagah berani, yang tidak mau terikat dalam kekangan.
Sesuk aku kepengen koyo Srikandi, pak!” Begitu koarnya sembari terlarut dalam khayal di gendongan bapak sepulang hajatan.

Rentetan waktu mengajak Hartati kecil beranjak remaja. Gadis kecil yang dulu mengidolakan Srikandi itu kini menjadi seorang Hartati yang penuh jawaban. Sejak bapaknya berkata akan menjodohkan Hartati dengan Gunawan, pemuda desa yang terpaut 7 tahun usia, segala macam alasan sudah dimuntahkannya demi menolak perjodohan yang baginya sangat konyol dirasa. Apalagi adat di desanya yang mengatur anak wanita adalah pewaris harta, sawah ladang atau ternak punya orang tua. Semua itu cuma menempatkan wanita-wanita untuk kawin muda. Berakhir sebagai penguasa dapur juga sekaligus produsen keturunan.
Lantas kapan wanita di dusun kita bisa pinter,mbok? Rak yo bapak sama simbok yang nyuruh supaya aku sekolah pinter. Sekarang saya kepengen jadi orang pinter, mbok. Tapi kalo begini caranya kapan aku iso pinter. Kalo begitu ‘mentes’ sudah dijodoh-jodohkan? Sudah dipaksa kawin cuma demi alasan kejelasan siapa yang akan mengurusi warisan orang tuanya?” ujarnya suatu malam dengan berapi-api.
Simboknya hanya bisa diam, mengelus rambut panjang putri semata wayangnya dengan mata berkaca-kaca. Suara lembut simboknya hanya tersimpan rapi dalam batin. Tenggorokannya serasa diganjal kapuk dari pohon randu keramat di ujung dusun. Siapa sangka doa yang dulu pernah dipanjatkan pada Gusti Allah saat ia dengan setengah hati menerima perjodohan dengan lelaki yang kini telah jadi suami dan memberinya seorang Srikandi lereng gunung terjawab sudah. Sungguh dalam hatinya ingin mengamini pendirian gila Hartati. Tapi apa daya, ia hanya seorang istri yang diwajibkan patuh dan mendukung penuh sang suami dengan segala keputusannya.
Ayam berkokok agak telat pagi ini, mungkin terlalu lelap tidurnya dibuai sandiwara radio yang disetel bapaknya Hartati semalaman. Simbok sudah sedari gelap pekat berkutat di dapur. Mengakrabi perabot dan kayu bakar disana. Bapak sejenak mulai beranjak dari dipan bambu tempatnya menghabiskan malam bersama tokoh-tokoh sandiwara radio. Hartati?
Hartati sudah ada di teras depan. Dengan celana jeans biru model baggy hadiah dari pakliknya dua musim lebaran yang lalu ia duduk tercenung. Menimang-nimang selembar brosur kertas berwarna mengkilat di tangannya. Tergeletak di bawah ada tas lusuh berwarna biru langit yang sudah sedari duduk di bangku SMP dipakainya. Warnanya agak pudar,mungkin karena terlalu rajin dicuci gara-gara tak mau nampak kotor dalam setiap performanya. Hari ini hari penentuan. Angannya melayang-layang kesana kemari. Membayangkan jalanan panjang yang akan ditempuhnya, dengan atau tanpa dukungan bapak juga simbok.
Bapak dan simbok..
Hari ini Tatik nyuwun pamit. Tatik mau memilih jalan Tatik. Tatik bukan mau durhaka sama bapak atau simbok, Tatik cuma ingin bapak juga simbok mau mengerti pilihan Tatik.
Tatik mau sekolah tinggi di kota, Tatik mau jadi guru. Tatik mau ngajari orang-orang desa supaya pinter. Supaya hidup mereka tidak melulu berkumpul dengan lumpur sawah atau asap dapur.
Bapak, simbok..
Tatik mohon bapak sama simbok bisa mengerti. Ini jalan yang Tatik pilih. Tatik janji pasti kembali kesini. Mencium kaki bapak sama simbok.
Bapak,simbok..
Doakan Tatik.. “
Mentari mulai meninggi perlahan bersama lalu lalang orang-orang memanggul cangkul. Beberapa gadis hanya berbalut jarik batik setengah pudar menggendong keranjang cucian.Sebagian hanya keranjang kosong dan sabit. Bocah-bocah berlarian mengejar gerobak penuh keranjang berisi wortel, daun kol, segala rupa sayur, yang ditarik sepasang sapi dengan malas. Lecut cemeti tak mampu menyuntikkan semangat pagi itu.


Di teras rumah bapak terduduk dengan gemetar tangannya memegang secarik kertas. Amplop sudah terjatuh dari tangan bapak. Tak sengaja cangkir kaleng hijau lurik berisi teh pun jatuh berkelontang di lantai semen. Simbok berlari tergopoh-gopoh dari dalam rumah. Diterpa silau pongah sang surya, air muka bapak dan simbok semakin jelas keriputnya, seolah waktu merenggut masa mereka 10 tahun lebih cepat. Air mata membanjir tanpa diperintah tanpa juga sedu sedan suara tangis. Hartati pergi membeli mimpi.